Friday, December 4, 2015

Punahnya Beberapa Jenis Motif Kain Tapis

Salah satu cinderamata yang banyak dicari wisatawan ketika berkunjung ke Lampung adalah kain tenun tapis.  Berkunjung ke Lampung tanpa membeli tapis memang terasa ada hal yang kurang.  Harga tapis pun variatif, ada yang ratusan ribu hingga jutaan rupiah.


Masyarakat Lampung mewariskan metode pembuatan kerajinan tapis secara turun-temurun. Namun generasi belakangan mulai meninggalkan seni menenun tapis disebabkan cara pembuatannya yang dinilai rumit. Hal tersebut memang mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan mulai tergusurnya kebudayaan tapis.

Dampaknya dari mulai ditinggalkannya seni menenun tapis adalah hilangnya beberapa motif tapis dari peredaran masyarakat Lampung. Anggota masyarakat yang mengenal motif tapis pun semakin terbatas jumlahnya sehingga jumlah motif yang awalnya mencapai ratusan, kini yang hanya tiga puluhan saja yang tersisa.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk melestarikan tapis dengan menggelar pameran-pameran, dan memperbanyak sentra-sentra pembuatan tapis. Tentu dengan harapan dapat menarik minat wisatawan dan mendorong pengrajin agar tetap menekuni seni menenun kain tapis.

Salah seorang pengrajin asal Lampung Selatan menyatakan bahwa banyak pengrajin yang mulai melupakan motif kain tapis. Barangkali ini terkait dengan rumitnya pembuatan motif tapis. Jumlah pengrajin pun terus berkurang dan generasi sekarang yang cenderung tidak mau repot pada hal-hal yang rumit.

Pembuatan tapis secara tradisional memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, setidaknya satu bulan adalah waktu yang paling singkat, tergantung dengan tingkat kerumitan motifnya. Jika motif lebih rumit, tenun waktu pengerjaannya akan lebih lama lagi.

Tingkat kerumitan motif tapis yang cukup tinggi, tentu berpengaruh juga pada harga jualnya. Untuk harga tapis dengan motif sederhana, setidaknya pembeli harus merogoh kocek sekitar Rp 350.000,-. Apabila motif lebih rumit dan mewah, maka harga akan lebih mahal lagi.

Biasanya yang banyak membeli adalah turis dari luar negeri. Mereka membeli bukan untuk digunakan, hanya untuk kenang-kenangan. Mereka membeli sebagai bentuk penghargaan atas karya seni. Para turis asing merasa kagum dengan proses pembuatan kain tenun tapis. Apalagi setelah tahu hasil tenunan kain tapi sangat indah. Perajin kain tenun tapis berharap agar diperbanyak lagi kegiatan-kegiatan yang bisa mempromosikan kain tapis sekaligus menjadi ajang pemasaran.

Disadur dari situs www. pemikiran-rakyat.com


No comments:

Post a Comment