Wednesday, December 30, 2015

Generasi millenial

Generasi millenial menjadi yang paling sering diperbincangkan saat ini. Kelompok millennial atau biasa disebut Generasi Y ini merupakan penduduk setelah Generasi X. Generasi Y dikelompokkan ke dalam populasi manusia yang lahir dari 1970-an sampai 2000-an.

Berdasarkan riset dari dalam maupun luar negeri, ada perbedaan pola piker dan pola pengasuhan orangtua dari generasi millennial dengan generasi sebelumnya. Karakter dari orangtua generasi millennial umumnya menjunjung tinggi nilai-nilai yang lebih demokratis dan independen. Sementara, anak generasi millennial juga biasanya lebih berpikiran terbuka.

Orangtua millennial ingin anaknya lebih berpikiran maju, terbuka di bidang apapun. Generasi ini cenderung lebih percaya diri dan optimistis. Tapi juga terlalu banyak menggunakan sosial media untuk pencitraan semata.

Generasi millennial, lanjutnya, memang tidak bisa dilepaskan dari terpaan teknologi. Baik orangtua maupun anak dari generasi ini cenderung lebih senang bermain internet dan malas membuka buku. Padahal, anak dalam pertumbuhan seharusnya dibiarkan lebih banyak bergerak dan juga memiliki minat baca tinggi.

Orangtua juga tidak memberikan contoh baik soal pola hidup sehari-hari. Secara naluriah, tubuh seorang anak sebenarnya aktif bergerak. Namun, seringkali para orangtualah yang mematikan naluriah tersebut. Seperti orangtua malas mengasuh, capai mengikuti anak ke sana ke mari. Jadi, anak diberikan gadget, game agar anak diam.

Meskipun anak generasi saat ini banyak menggali informasi secara mandiri lewat internet, orangtua tetaplah menjadi panutan setiap anak, terutama dalam menjalani gaya hidup sehari-hari.
Sangatlah penting bagi orangtua untuk menjalani gaya hidup sehat dan bugar secara konsisten.
Dalam saling bersinergi antara orangtua dan anak, akan tercipta pola hidup sehat pada era millennial ini. Hidup sehat tidak hanya identic dengan konsumsi makanan dan gizi yang seimbang, tetapi juga aktivitas di luar ruangan.

Anak yang kurang bergerak dan tidak menjaga asupan makanannya berpotensi mengidap berbagai macam penyakit, seperti diabetes dan obesitas. Orangtua harus memberi contoh pola hidup sehat agar anak-anak juga tergerak mencontoh.

Aktivitas di luar ruangan juga tak kalah pentingnya untuk memastikan anak-anak bergerak aktif dan mendapatkan paparan vitamin D yang seimbang. Hal itu berguna untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik anak.

Asupan gizi seimbang terdiri atas susunan makanan sehari-hari yang mengandung jenis zat dan jumlah sesuai kebutuhan tubuh. Hal itu bisa dilakukan dengan memerhatikan variasi makanan, berat badan ideal, dan aktivitas fisik.

Sumber:
Republika 23 Desember hal. 26

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com


Efek Sakit Gigi

Gerbang Infeksi Bakteri

Sakit gigi bisa merambat ke penyakit lain dan akan bertambah parah jika penanganannya ditunda.
Sakit gigi merupakan keadaan gigi terasa sakit atau ngilu. Rasa sakitnya bahkan terasa menjalar hingga ke kepala. Banyak orang yang bilang, sakit gigi dapat membuat siapapun menangis, bahkan meronta ketika merasakan sakitnya. Sakit gigi disebabkan oleh adanya kerusakan pada gigi (lubang) atau dari jaringan sekitarnya (gusi). Sakit ini muncul, terutama jika ada lubang pada gigi yang sudah menjalar ke saraf gigi sehingga menimbulkan nyeri yang hebat.

Di dalam gigi ada pulpa gigi yang terdiri atas pembuluh darah, jaringan, serta saraf-saraf yang sensitive. Sakit gigi terjadi ketika pulpa mengalami radang.

Peradangan itu sendiri penyebabnya bermacam-macam, antara lain, karena adanya tumpukan nanah di bagian dasar gigi akibat infeksi bakteri (abses peripekal), gigi retak, penyusutan gusi, kerusakan gigi yang mengakibatkan lubang, rusaknya tambalan, serta gigi yang terjepit di antara gigi lainnya ketika tumbuh.

Masalah pada gigi seringkali mengganggu aktivitas penderita. Karena sakit gigi tidak hilang dengan sendirinya, selalu perlu ditangani dokter gigi. Jika membiarkan rasa sakitnya, dikhawatirkan dapat merambat ke penyakit lainnya. Karena itu, sebaiknya tidak meremehkan dan menunda pemeriksaan gigi apabila menjumpai gangguan pada gigi.

Kebanyakan mereka yang menderita sakit gigi biasanya mengalami gejala, seperti nyeri di sekitar gigi dan rahang, pembengkakan, sakit kepala, bahkan demam. Tingkat keparahan nyeri bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga hebat.

Menurut pola kemunculannya, nyeri bisa timbul dan hilang secara berulang-ulang atau terasa terus-menerus (konstan). Seringkali penderita sakit gigi merasakan nyeri atau ngilu yang memburuk pada malam hari atau ketika mereka makan dan minum, terutama yang terlalu dingin atau panas.
Infeksi di akar gigi maupun di jaringan penyangga gigi melibatkan lebih dari 350 bakteri dan mikroorganisme.

Karena letak infeksinya sangat dekat dengan pembuluh darah, produk bakteri berupa toksin dapat dengan mudah menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit-penyakit lainnya, bahkan bisa mengakibatkan kematian si penderita. Gigi dan mulut merupakan gerbang utama masuknya bermacam bakteri. Jadi, jika sakit gigi dan bakteri akibat sakit gigi tersebut masuk ke dalam tubuh, tentu bisa menimbulkan penyakit lain.

Bakteri ini sebetulnya tak akan bermasalah jika jumlahnya seimbang dan hidup harmonis. Tetapi, bakteri bisa menjadi tidak harmonis jika muncul gangguan, seperti gigi berlubang, penyakit penyangga gigi, atau ada infeksi. Menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh cukup berpengaruh dalam mengurangi risiko sakit gigi.

Usai mengonsumsi makanan manis, baiknya segeralah menyikat gigi agar bakteri dari sisa makanan manis tersebut tidak tertinggal di dalam sela-sela gigi. Penggunaan mouthwash dengan kandungan antiseptic dan fluoride usai menyikat gigi sangat membantu membersihkan gigi dan mulut.


Republika 19 Agustus 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Jika Haid Tidak Lancar

Haid Tidak Lancar, Bagaimana Hukumnya?

Sebagian wanita ada yang mengalami siklus haid tidak teratur. Disebabkan kondisi tubuh yang tidak stabil atau sakit, wanita bisa saja dalam beberapa bulan tidak haid. Misalkan, setelah melahirkan yang mungkin saja haid baru datang setelah enam bulan. Ada pula yang mengalami masa haid yang sudah berhenti, namun selang beberapa hari darah tersebut keluar lagi. Padahal, masih dalam satu fase haid dan pada bulan yang sama. Dalam kondisi tersebut, bagaimana solat mereka?

Wabuta yang mempunyai siklus haid teratur diistilahkan dengan mu’tadah. Walau setiap wanita berbeda-beda masa haidnya, masa siklus haidnya tetap sama. Misalnya, setiap masa haid ia mengalami haid selama enam hari, tujuh hari, dan seterusnya. Cara menyimpulkannya dengan mengalkulasikannya selama tiga kali haid. Jika lamanya haid selalu stabil dan teratur, ia tergolong pada wanita mu’tadah.

Siklus wanita mu’tadah inilah yang disepakati ulama fikih. Jika darah haidnya telah yakin berhenti, kewajiban solat langsung dibebankan kepadanya. Di akhir masa berakhirnya masa haid, si wanita harus teliti dengan darah haidnya agar tidak melalaikan solat. Yang menjadi perbedaan ulama adalah wanita yang tidak memiliki siklus haid teratur. Wanita seperti ini pada dasarnya dianjurkan untuk berobat agar bisa mengalami siklus haid sesuai sesuai fitrah kaum wanita. Dari segi kesehatan, haid yang tidak teratur bisa menjadi indikasi adanya gangguan reproduksi. Dari segi fikih, ia akan mudah menentukan masa suci dan haid yang bersangkutan dengan ibadahnya.

Beberapa kasus haid tidak teratur seperti wanita yang awalnya memiliki masa haid teratur, namun di fase berikutnya tidak teratur lagi. Ada yang mengalami berhentinya haid di tengah-tengah waktu kebiasannya. Setelah ia bersuci ternyata keluar lagi. Ada pula yang darahnya masih keluar, padahal sudah melewati jumlah hari kebiasaan haid.

Persoalan ini menuai berbagai pendapat para ulama fikih. Dalam mazhab Hanafi, istilah mu’tadah berpatokan pada kebiasaan masa hadi. Di luar kebiasaan tersebut, darah yang keluar disebut istihadhah. Darah istihadhah tetap mewajibkan wanita untuk solat dan tidak menghalanginya untuk beribadah. Istihadhah bisa disebabkan penyakit dan tidak akan bergenti mengalir sampai sembuh.
Mazhab Hanafi juga meyakini, darahnya yang keluar setelah masa kebiasaan haid termasuk darah istihadhah. Misalnya, bila ada wanita terbiasa haid tujuh hari setiap bulannya. Kemudian, pada satu masa haid selanjutnya darahnya masih tetap mengalir. Maka darah yang keluar setelah hari ketujuh tersebut dianggah istihadhah.

Jika masa haidnya si wanita lebih dari 10 hari setiap bulannya, mazhab Hanafi berpendapat bahwa haid hanya 10 hari pertama. Darah yang keluar pada hari ke-11 dan selanjutnya juga dihukum istihadhah. Mazhab Hanafi berdalil dari kebiasaan kaum wanita yang mana mas haidnya tidak akan lebih dari 10 hari 10 malam.

Bagaimana jika darah haid terputus di tengah-tengah masa haid kemudian keluar lagi? Menurut mazhab hanafi, darah yang keluar kedua juga dianggap darah haid, bukan istihadhah. Namun tetap berpatokan pada kaidah masa haid 10 hari. Jika darah kedua lewat dari 10 hari, hari ke-11 kembali dihukumi istihadhah.

Oada masa haid tersebut terputus, mazhab Hanafi tetap mewajibkan solat bagi wanita. Misalkan, haid dimulai tanggal 1-4 lalu darahnya berhenti pada tanggal 5-6. Tanggal 7-9 darah tersebut keluar lagi. Wanita tetap diwajibkan solat pada tanggal 5-6 saat darah berhenti.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, apabila darah keluar pada hari pertama lalu terputus kemudian keluar lagi, darah yang pertama dan kedua dianggap satu fase darah haid. Dengan syarat bahwa darahnya tidak terputus atau tidak berhenti lebih dari 15 hari. Karena, menurut mazhab Syafii, masa suci minimal 15 hari. Sama seperti mazhab Hanafi, ketika haid terputus selama beberapa hari itu si wanita tetap di wajibkan solat.

Secara umum, mazhab Hanafi dan Maliki hampir sama soal terputusnya darah di tengah-tengah masa haid. Perbedaannya, mazhab Hanafi menyebut minimal masa haid adalah tiga hari dan maksimal 10 hari. Sedangkan, mazhab Maliki berpendapat minimal haid adalah beberapa tetes saja, sedangkan maksimalnya adalah 18 hari bagi mu’tadah dan 15 hari bagi yang bukan mu’tadah.

Dalam mazhab Syafii, masa haid yang terputus tetap dianggap sebagai satu rangkaian masa haid. Syaratnya, sejak pertama darah keluar hingga habis darah kedua itu tidak melebihi masa maksimal haid, yakni 15 hari. Mazhab Syafii juga mensyaratkan darah pertama keluar sudah mencapai waktu sehari semalam.

Contoh, seorang wanita mengalami haid pada tanggal 1-4, kemudian darah terputus pada tanggal 5-7. Haidnya kembali keluar tanggal 8-12 . Maka, dari tanggal 1 sampai 12 dianggap keseluruhannya dalam keadaan haid. Artinya, ia tidak perlu solat ketika haidnya terputus.

Sedangkan dalam mazhab Hambali, apabila darah haid wanita berhenti, baik karena terputus maupun tidak, ia dihukumi sebagaimana wanita yang suci. Dan jika darahnya keluar lagi, berarti ia kembali haid dan tidak boleh melaksanakan solat.

Republika 2 Oktober 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com



Meningkatnya Kasus Katarak Di Indonesia

Kabut Mata Meroket di Indonesia

Kebanyakan penderitanya di daerah pesisir pantai karena mereka tidak melindungi mata dari sinar ultraviolet.

Saat ini, mungkin belum banyak orang yang mengetahui secara mendalam mengenai penyakit mata katarak. Sebagian orang banyak yang berpendapat bahwa penyakit ini identic dengan penyakit orang lanjut usia.

Padahal, faktanya penyakit gangguan penglihatan ini juga dapat menyerang orang yang lebih muda, bahkan bayi sekalipun. Lebih disayangkan lagi, ternyata menurut data dari WHO, Indonesia menjadi negara dengan kasus penderita katarak tertinggi di Asia.

Bahkan, Indonesia menempati posisi kedua jumlah penderita katarak sedunia, hampir setara dengan negara miskin Ethiopia yang menempati posisi pertama dengan jumlah penderita katarak terbanyak.
Kebanyakan penderita katarak di Indonesia ditemukan di pesisir pantai. Ini diakibatkan karena masyarakat di sana yang berprofesi sebagai nelayan masih kurang memahami bahaya yang ditimbulkan akibat tidak melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV).

Masyarakat di sana masih belum paham akan bahayanya. Makanya, tidak hanya orang lanjut usia yang terkena penyakit ini, belakangan ditemukan kasus penderita katarak terjadi di usia 20-30 tahunan. Bahkan, ada juga yang sejak bayi sudah menderita penyakit ini akibat faktor bawaan lahir.
Saat ini kasus penyakit katarak di Indonesia memang sangat memprihatinkan. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengetahui penyakit ini sejak awal sulit dilakukan.

Berdasarkan riset kesehatan 2013, prevalensi jumlah penderita katarak di Indonesia saat ini adalah 0,1 persen per tahun. Dalam kata lain, setiap tahun di antara 1000 orang terdapat seorang penderita katarak baru. Penduduk Indonesia juga memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penduduk di daerah subtropics.

Kurang lebih sekitar 16-22 persen penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 55 tahun. Penyebab awalnya beragam, mulai dari mata minus, mata plus, hingga kelainan organ mata (cacat bawaan sejak lahir biasanya diderita bayi).

Penyakit katarak biasanya memang tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal, kondisi ini hanya akan memengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata dan tidak akan memengaruhi pandangan.

Saat katarak tumbuh lebih besar, noda akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata. Pada akhirnya, pandangan mata Anda akan kabur dan mengalami distorsi atau kebutaan.

Gejala awal penyakit katarak ini antara lain mengalami pandangan mata yang kabur (seperti ada awan dan berasap), sulit melihat ketika malam hari, sensitif pada cahaya, terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar, dan warna mata memudar (timbul bercak berwarna putih). Jika sudah memiliki keluhan dari gejala-gejala tersebut, dihimbau agar secapatnya pasien diperiksakan ke dokter.

Katarak memang tidak akan merusak fisik kita, tapi katarak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena berakibat kebutaan. Kalau sudah begitu, jalan operasi menjadi solusi paling efektif untuk mengatasinya. Sayangnya, masyarakat masih berpikir dan merasa takut untuk melakukan tindakan ini.

Hal ini disebabkan pada zaman dahulu operasi katarak banyak mengambil risiko tinggi terhadap pasien. Hal tersebut diakibatkan karena alat untuk melakukan operasi belum secanggih sekarang.
Dahulu operasi katarak membutuhkan pisau khusus untuk membuat sayatan pada mata sehingga membuat penderita merasa ketakutan sebelum melakukan operasi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, hal tersebut sudah jarang dilakukan oleh para dokter. Saat ini sudah banyak peralatan medis yang menyediakan layanan operasi katarak dengan menggunakan alat canggih seperti laser sehingga dapat meminimalisasi risiko yang tidak diinginkan.


Republika 21 Oktober 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Zat Berbahaya Dalam Makanan Anak

Kandungan Berbahaya Dalam Jajanan Anak

Formalin
Formalin biasanya didapati pada ikan asin, tahu, daging segar, dan mie basah. Tahu berformalin tidak mudah hancur, dan mie basah tidak lengket, mengilat, dan berbau khas formalin. Bahan kimia ini berbahaya jika terhirup, terkena kulit dan tertelan. Makanan berformalin tahan hingga berminggu-minggu. Formalin dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, reaksi alergi, dan luka bakar pada kulit, rasa terbakar pada mulut, mual, muntah, hingga kejang dan koma. Bahan ini dapat merusak hati, jantung, otak, ginjal, dan saraf, bahkan berpotensi mengaktifkan sel kanker.

Boraks
Boraks biasanya terdapat pada jenis makanan mie basah, bakso, lontong, cilok, dan otak-otak. Teksturnya kenyal, tidak lengket, dan pada mie basah tidak mudah putus. Boraks juga sering didapati pada kerupuk rambak dan kerupuk gendar. Tekstur pada kerupuk sangat renyah dan terasa getir. Boraks berbahaya jika terhirup, terkena kulit dan mata, menyebabkan mual, sakit kepala, dan nyeri hebat pada perut. Dalam jangka panjang, konsumsi boraks dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut, bahkan kematian.

Pewarna Tekstil
Pewarna tekstil (rhodamin B dan methanyl yellow) biasanya terdapat pada sirop, kerupuk, dan gulali. Makanan yang dalam pembuatannya diberi pewarna sintetis memiliki warna yang sangat mencolok. Jika dimakan warnanya menempel di kulit dan sulit dihilangkan. Jika menggunakan pemanis sintetis, biasanya meninggalkan rasa pahit dan sepat setelah dimakan. Bahan-bahan itu berbahaya dan berdampak pada iritasi pencernaan, bibir kering, gatal, dan terkelupas. Dalam jangka panjang menimbulkan gangguan fungsi hati, kandung kemih, bahkan kanker.

Republika 3 Agustus 2015 Hal. 24


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Kanker Pada Wanita

Kanker Pengusik Perempuan

WHO mencatat kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada perempuan. Jumlah kasus barunya di seluruh dunia diperkirakan sebesar 1,7 juta. Angka ini setara dengan seperempat jumlah kasus baru kanker secara umum pada 2012.

Di Indonesia, gambarannya seragam. Kanker payudara juga termasuk jenis kanker yang paling banyak mengusik perempuan. Posisi berikutnya ditempati kanker leher rahim. Tiap hari di Indonesia ada 40 perempuan yang terdiagnosis kanker serviks dan 20 perempuan lainnya meninggal akibat kanker leher rahim tersebut. Mengingat besarnya pengaruh kanker bagi kehidupan, setiap perempuan harus melakukan upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap penyakit ini.

Dengan memeriksakan diri dan menerapkan pola hidup sehat, perempuan dapat menghindarkan anaknya kehilangan ibu dan suaminya kehilangan istri. Defeksi dini kanker serviks telah tersedia di puskesmas dengan pemeriksaan inspeksi visual menggunakan asam asetat test. Sementara itu, deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri, menjalani USG payudara aau mamografi.

Republika 28 April 2015


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Pentingnya Nutrisi Ibu Hamil

Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Harus Terpenuhi

Bayi yang dideteksi menderita anemia umumnya memang memerlukan gizi tambahan guna mencukupi zat besi yang dibutuhkan tubuhnya. Selain ASI, bayi dengan anemia prematuritas ternyata juga membutuhkan tambahan susu formula sebagai penghasil besi tambahan.

Selain akibat pengambilan darah tes laboratorium yang dilakukan oleh paramedic, faktor bawaan dari sang ibu yang memiliki penyakit anemia juga disinyalir menjadi pemicu anemia pada sang bayi. Untuk itu, asupan makanan yang dikonsumsi ibu hamil harus dijaga guna menghindari bayi menderita anemia.

Anemia defisiensi besi pada umumnya disebabkan oleh faktor kekurangan gizi pada ibu ketika hamil, penyerapan makanan yang kurang baik, cepatnya pertumbuhan bayi, infeksi menahun pada ibu, atau penyakit yang menyebabkan penghancuran sel darah merah. Selain itu, paparan polusi berlebihan yang masuk ke dalam tubuh bayi yang baru lahir juga bisa menggeser kadar besi dalam tubuh bayi. Walaupun anemia pada bayi tidak sampai menyebabkan kematian, pertumbuhan bayinya terganggu. Salah satunya adalah perkembangan otak yang membuat intelegensia mereka ketika dewasa menjadi rendah.

Untuk itu, ibu hamil dihimbau untuk menyadari betapa pentingnya mengonsumsi makanan bergizi. Selain dapat menghindari bayi terkena anemia ketika lahir, hal ini juga dapat menghindari bayi terlahir premature dan lahir dengan kondisi sehat karena kebutuhan gizi mereka saat dalam kandungan terpenuhi dengan baik.

Hal ini penting bukan hanya untuk ibu hamil, melainkan juga untuk semua perempuan yang nantinya berencana untuk mempunyai keturunan. Mengingat anemia juga bisa ditularkan ibu kepada bayi yang dikandungnya. Penting agar ibu menjaga asupan besi untuk menghindari anemia agar tidak diturunkan kepada bayi yang baru lahir nantinya.

Republika 13 November 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com